![]() |
| Me and my Daddy at some wedding party. I'm a Daddy's little princess. Always. :) |
![]() |
| Father - Daughter at some "Gerak Jalan" event on Independence Day last year :) |
Saya punya hubungan yang special dengan Papa. Bukan berarti saya tidak dekat dengan Mama lho. Tapi kedekatan saya dengan Papa berbeda. Sementara Mama yang masih sangat muda begitu dekat dengan saya seperti teman, sahabat, layaknya kakak dengan adiknya (ya, dengan Mama saya bisa ke salon/spa bareng, makan-makan di resto/cafe, nonton bioskop, atau berbelanja ke mall dan bersenang-senang), tapi dengan Papa yang juga padahal belum berusia 50 tahun hingga saat ini, benar-benar saya merasa memiliki seorang ayah sekaligus juga sosok/figur yang begitu saya kagumi. Dulu ketika saya kecil, jika ditanya siapa idola saya, dengan lantang dan pasti saya menjawab seraya setengah berteriak, "PAPA!" bukan artis, penyanyi, ataupun tokoh cartoon yang sedang digemari kebanyakan anak-anak seusia saya pada masa itu.
Mama memang tempat saya "curhat" soal "pacar" atau tentang apapun itu hal-hal yang yang bisa saya ceritakan pada sahabat-sahabat perempuan saya. Tentang haid pertama saya atau tentang edukasi seks sekalipun, saya tidak pernah malu bertanya atau berdiskusi dengan Mama jika ada perubahan-perubahan tertentu pada tubuh saya karena pengaruh hormonal. Sementara Papa yang protektif agak sulit dicurhati soal "pacar". Harus teliti dan seleksi dulu siapa saja teman lelaki yang boleh dikenalkan dan atau diceritakan ke Papa. :p
Dengan Papa-lah saya bicara berbagai macam hal mengenai hidup. Di pinggir pantai, di puncak atau kaki gunung sambil memandang hamparan kebun teh, di tempat jogging, di pinggir lapangan tennis usai bermain tennis bersama Papa, di tempat driving golf ketika saya diajari latihan driving oleh Papa, adalah beberapa dari lokasi atau spot tempat saya dan Papa berbincang mengenai filosofi hidup, mengenai kedalaman makna dan arti agama, atau sekedar mengenang memori indah ketika dulu Papa dan Mama belum bercerai dan kami masih begitu bahagia tinggal bersama serumah lengkap dengan Mama dan adik-adik saya.
Papa memang bukan Profesor/Doktor atau seorang guru besar, pendidikan terakhirnya adalah S2 bergelar Magister Manajemen (MM), namun wawasan Papa begitu luas. Cakrawala berpikir Papa dan caranya berkomunikasi yang atraktif (yang ia warisi kepada saya sehingga saya begitu tertarik mendalami ilmu komunikasi dan kini menjadi seorang sarjana komunikasi) seringkali membuat saya lupa waktu ketika mengobrol dan berdiskusi dengannya.
Belakangan ini Papa sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Kerap kali ia harus ke luar kota atau luar negeri dengan frekuensi yang begitu sering. Namun sesibuk apapun Papa selalu menyempatkan menelepon demi mendengar suara saya atau minimal menanyakan kabar saya melalui BlackBerry Messenger. Dan bagaimanapun, kami selalu berusaha untuk bisa bertemu paling tidak 2 minggu sekali, saya berkunjung ke rumah Papa bersama suami.
![]() |
| My Daddy at Moscow, Russia |
![]() |
| My Daddy at Washington DC, USA |
![]() |
| My Daddy at The Great Wall of China, Beijing, China |
Here it was..
























