10 September, 2011

Lorem Ipsum

Saya sukaaa sekali di foto. :)

Yes, I love to be the object of some photoshoot. I love being captured by camera. A lot. :)
I do realized that I am not that photogenic or a cameragenic one. 
Banyak sekali orang yang bilang saya jauh lebih 'enak' atau lebih 'bagus' dilihat aslinya daripada di foto.
Makanya terkadang lucu kalau mengingat dulu saya cukup sering di foto untuk iklan atau majalah.
Yup, I used to be a model for some print advertising or other commercial or promotional stuff.
Pernah untuk print ad berbagai macam produk mulai dari vitamin, permen, bank, sampai alat elektronik.
Pernah juga beberapa kali iseng bareng-bareng teman-teman SMA ikutan Gadis Sampul dan Go Girl! Look.. Eh..lumayan lho lolos sampai tahap finalis. :D
Pernah juga saya difoto untuk rubrik tatanan rambut di majalah Cosmogirl!

Bahkan saya pernah ditawari ikut shooting oleh seorang pencari bakat. Yah, saya coba.. Tapi baru beberapa scene saja sudah memakan waktu seharian dari siang hari sampai pukul 3.00 dini hari. Mama dan supir saya yang menunggui saya di lokasi shooting sampai ketiduran di mobil. Saya tidak tega. Tapi mama bersikeras menemani. Takut saya kenapa-kenapa, katanya. Akhirnya saya berhenti saja tanpa menuntaskan peran saya. Daripada mama sakit cuma gara-gara 'nungguin' saya shooting. :(
Badan saya sendiri memang tidak kuat kalau terlalu kelelahan. Saya rentan terkena thypus sampai sudah pernah di opname bahkan lebih dari 3 kali karena penyakit yang satu itu. Makanya saya salut sama artis-artis stripping sinetron. Stamina dan perjuangan mereka berul-betul hebat lho. :D

Padahal ya itu tadi.. Betul kalau dibilang saya sangat amat tidak photogenic nor cameragenic.. Saya sendiri suka merasa aneh kalau melihat diri saya di layar atau di foto. Kok aneh sih seperti bukan saya. Tapi herannya kenapa dulu tetap laku-laku saja ya? Haha.. Well, I guess it look a bit good because I just love to do it. So I got the feel and everybody also can see it thru the photos.

Not only for commercial stuff, but I also love to be captured by camera spontaneusly atau sekedar iseng saat pergi kesana-kesini dengan orang-orang terdekat. Digital Camera adalah sesuatu yang wajib selalu ada di dalam tas saya.
If you take a look at my Facebook (you have to be my friend first on Facebook because my photos are can only viewed by my friends only), you'll see I have sooooo many photos and pictures. I captured almost everything! Including my self! :p

Saking seringnya foto-foto dan meng-upload-nya di Facebook, one day, a professional photographer found me on Facebook few years ago. His name is Denny Ramon Ratulangi. Dia mengirimi saya message di Facebook untuk menawarkan saya jadi model-nya. Bukan untuk iklan atau apapun yang bersifat commercial. Hanya untuk koleksi pribadi-nya atau portfolio. Saya membalas oke, tapi saya mau lihat koleksi-koleksi hasil jepretannya dulu dan tentunya saya tanya apa saya boleh memiliki hasil-hasil fotonya nanti setelah ia memotret saya. Dia berkata boleh dan memberikan saya link-link ke karya-karyanya yang oh super duper amazing! Take a look here:


on Multiply: http://ratulangi.multiply.com/
on Devianart: http://ratulangi.deviantart.com/
on Jakarta Photo Club: http://www.jakartaphotoclub.com/public/denra/
or of course on Facebook: http://www.facebook.com/pages/RATULANGI-PHOTOGRAPHY/122163122017?ref=mf

Akhirnya kami berangkat hunting lokasi esok harinya pagi-pagi buta. Saya tidak membawa banyak baju. Hanya beberapa mini dress seadanya and I don't even wear any make up on! Saya dan Mas Denny memang sepakat untuk mengambil foto-foto dengan konsep alami. Se-natural mungkin.
Dan inilah beberapa hasilnya... :)








Ketika hari mulai hujan, saya malah semakin bersemangat dan menghasilkan beberapa foto dengan tema basah-basahan. Seru sekali! It's a one unique experience I've ever had. :)






Pengalaman difoto lainnya yang begitu unik dan menyenangkan adalah ketika saya menjadi model untuk print ad supplemen kalsium wanita. Ketika itu baru tahun berapa ya.. Hmm.. Sekitar 2005 atau 2006 and I was already paid 7.000.000 rupiahs cuma untuk difoto dari pagi sampai sore. I also got free coffee break's snacks, free lunch, etc. Yang membuatnya begitu mengasikkan adalah kru-krunya. The crew was so nice and very friendly. Mereka memperlakukan saya dengan ramah sekali mulai dari ketika dimake up, saya dipanggilkan hair stylist dan orang dari nail art untuk khusus me-manicure pedicure kuku-kuku saya terlebih dahulu sebelum memulai sesi pemotretan. Karena jari-jari saya nanti ikut difoto jadi harus tampil oke kata mereka. Saya juga diberi pilihan berbagai accessories seperti necklace and earrings untuk dipakai during the photoshoot. Juga tentunya berbagai baju dan berganti-ganti model rambut. :D









Tempat pemotretannya juga menyenangkan. Di sebuah studio milik sepasang suami istri yang sama-sama memiliki passion di bidang photography. They're so cool. Mereka sangat baik bahkan menawarkan saya berbagai tawaran iklan produk lainnya. Mereka bilang saya memiliki bakat di depan kamera. Well, I don't believe it's true mengingat saya kadang merasa tidak 'pede' melihat hasil foto saya yang menurut saya selalu 'tak seindah aslinya'. :D








08 September, 2011

Sententia

I know I always use latin words for each of my posting on this blog.
And if you now wondering what is "Sententia" means.. Well, it means a "Suggestion". 
Suggestion berarti saran/ide/pemikiran yang direkomendasikan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi atau bermanfaat bagi orang lain.

Dalam Bahasa Indonesia tentunya kita mengenal kata "Sugesti". Mungkin arti Suggestion dalam Bahasa Inggris memang tidak ada kaitannya secara makna atau harfiah dengan kata Sugesti dalam Bahasa Indonesia. Namun lucunya, menurut saya suggestion/saran dari orang lain baru akan benar-benar bermanfaat jika kita men-sugesti diri kita untuk meyakini "kemanjuran" dari saran tersebut.

Misalnya jika kita percaya bahwa hal yang disarankan atau direkomendasikan itu 'nampak' benar dan meyakinkan, otomatis kita akan melakukannya dan timbul sugesti bahwa kita memang benar-benar merasakan manfaatnya. Faktor siapa yang memberi saran juga sangat berpengaruh.

Saya lebih suka menyebut saran dengan "tips" :) terdengar lebih ringan, simple, akrab, dan lebih mudah diterima.

Well, in this post, I would like to share some tips for all of you, readers. Semoga bisa dipercaya, diyakini, lalu dapat berguna dan bermanfaat. :)

Tips pada posting-an kali ini adalah tentang pernikahan. Tak perlu diragukan lagi, dalam setiap hubungan antar manusia, apapun itu, pasti terjadi konflik di dalamnya. Pasti ada masa-masa dimana semua terasa sulit dan kadang berat. Dimana letupan emosi tak dapat dibendung lagi. Terlebih lagi dalam pernikahan. Saya termasuk orang yang percaya bahwa semakin dekat hubungan interpersonal antar manusia, akan semakin banyak pula konflik yang terjadi. Kalau saya dekat dengan seseorang, jika belum terjadi konflik atau sedikit cekcok, maka berarti belum akrab benar namanya. "Tak ribut maka tak sayang", istilah saya. :D
Dalam ilmu komunikasi pun jelas dikatakan bahwa konflik dalam hubungan itu sehat asalkan dalam porsi atau takaran yang pas. Justru hubungan tanpa adanya konflik sama sekali (the absence of conflict) adalah suatu hubungan yang tidak sehat atau tidak normal.

Tentu semua pasangan menikah menginginkan pernikahan yang langgeng, awet, dan bahagia. Saling setia dan mesra hingga akhir hayat. A long lasting and happily-ever-after marriage. Sulit? Memang. Tapi tidak juga JIKA anda bisa menerapkan tips yang satu ini. ;)


05 September, 2011

Filiorum

"Mereka terlahir melaluimu, tapi bukan darimu.
Walaupun mereka ada bersamamu, tapi mereka bukan milikmu."
- Kahlil Gibran

* * *

Puisi dari Kahlil Gibran diatas saya rasa patut menjadi renungan bagi setiap orang tua maupun para calon orang tua. Saya sendiri saat ini memang belum memiliki anak dan belum pantas rasanya jika saya "berceramah" tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Namun, sejak rahim saya dihuni seorang calon bayi, saat itulah saya telah disebut seorang ibu. Saya berkewajiban menjaga janin saya selama 9 bulan lebih hingga saatnya ia lahir ke dunia. Tidak mudah memang, karena sepanjang perjalanan 9 bulan ini saja saya harus mau berkorban banyak hal demi kebaikan si bayi, harus mau makan dan minum apapun yang sehat meskipun beberapa begitu saya benci, harus bertahan menanggung beratnya bobot perut yang selama ini tidak pernah dicapai angkanya di timbangan seumur hidup saya selama 24 tahun hingga pinggang, punggung, pinggul, dan sendi-sendi kerap terasa nyeri, harus ikhlas dan sabar menahan berbagai macam rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Itu hanya sebagian saja pengorbanan ibu selama hamil, yang belum ada apa-apanya dibandingkan perjuangan yang harus dihadapi dengan keringat, air mata, dan darah ketika melahirkan nanti. Belum lagi ketika membesarkan anak, mendidik, merawat, menjaga, dimana kesemua itu adalah membutuhkan tanggung jawab dan kesiapan fisik & mental. Yah, punya anak memang adalah suatu komitmen seumur hidup.

Saya rasa tidak ada orang tua normal yang tidak menginginkan segala sesuatu yang terbaik bagi anaknya. Apabila anda mengikuti kiprah saya dalam tulisan-tulisan saya melalui blog ini, betapa untuk calon bayi saya yang akan menjadi putri pertama saya ini selalu saya usahakan segala yang terbaik baginya. Mulai dari apa saja yang saya coba lakukan selama hamil untuk menunjang kesehatan, kecerdasan, dan demi optimalnya tumbuh kembang janin. Hingga urusan memilih barang-barang terbaik yang paling aman dengan kualitas yang sebaik-baiknya bagi anak saya kelak. Kadang sampai tak perduli dan lupa memikirkan harga jika sudah menyangkut kebutuhan si kecil.

Karena merasa paling tau yang terbaik dan selalu mengusahakan memberi yang terbaik bagi para buah hati, terutama ibu khususnya yang merasa sudah bersusah payah mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak. Mengurus mulai dari ASI, memandikan, memberi makan, membersihkan kotoran dan pipis, bangun tiap malam untuk menggendong si kecil yang menangis, hingga mengajarinya berbagai hal tentang dunia sejak ia membuka mata, kadang beberapa ibu dapat menjadi arogan. Lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan, bukan kita yang menciptakan. Sebagaimana puisi diatas, "Mereka terlahir melaluimu, tapi bukan darimu." Kita lupa bahwa sebagai orang tua, kita hanya sekedar "perantara". Tugas kita adalah memang mengandungnya, melahirkan, memelihara, merawat, menjaga, dan membesarkan. Memang tugas anak adalah berbakti pada orang tua. Namun apakah kita harus menuntut mereka agar berlaku demikian? Bukankah kasih ibu "memberi tak harap kembali"? Bukankah akan jauh lebih bahagia jika itu seyogyanya menjadi "tugas" mereka bukan "kewajiban" yang baru diberikan setelah kita "menuntut"-nya?


03 September, 2011

Dies Sanctificatus



Hi there readers!
Berhubung masih dalam suasana lebaran, bumil ingin mengucapkan minal aidin wal faidzin, taqaballahu minna wa minkum. :)
Happy Eidl Fitr 1432 H to all moslems. :)



Well, yeah.. Perut saya sudah sebesar itu! :D 
Alhamdulillah sekarang sudah 9 bulan (36 minggu). Normalnya orang melahirkan antara 38-40 minggu. Jadi.. tinggal menunggu waktu saja kapan si baby 'minta' keluar dari perut mamanya. Saya pun sudah menyiapkan tas yang dapat segera diangkut jika kontraksi sudah mulai terasa dan harus segera berangkat ke rumah sakit. 


Hari demi hari ia semakin lasak. Karena ia semakin besar jadi semakin terasa sempit didalam rahim saya. Beberapa kali pun saya mulai merasakan kontraksi palsu atau yang disebut "Braxton Hicks". Supaya tidak panik, sebaiknya setiap ibu hamil harus paham perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli agar tidak harus bolak-balik ke rumah sakit dan disuruh pulang kembali ke rumah karena ternyata masih belum saatnya melahirkan. Kontraksi palsu jarak frekuensinya tidak teratur sedangkan kontraksi asli teratur, misalnya 5 menit sekali lalu semakin kuat terasa dan semakin sakit. Apalagi jika disertai flek atau darah, harus segera ke rumah sakit. Dan juga terasa seperti ada sesuatu yang akan segera keluar menembus vagina. Lebih darurat lagi jika air ketuban sudah pecah. Usahakan secepatnya ke rumah sakit karena bayi bisa mati kehabisan nafas apabila terlambat (bayi bernafas dengan air ketuban atau disebut juga cairan amnion).

Karena sedang hamil besar, lebaran tahun ini jadi begitu berbeda dari lebaran-lebaran sebelumnya. Lebaran tahun lalu saya masih dapat begitu lincah kesana dan kesini bersama saudara-saudara. Ziarah ke makam Angku (kakek saya) lalu lanjut berkeliling-keliling ke rumah saudara-saudara mulai dari yg dekat-dekat masih sama-sama di Jakarta Pusat, hingga ke Cipete, Cilandak, Blok A, Blok M, Depok, BillyMoon Pondok Kelapa, hingga ke Pamulang. Membelah Jakarta pokoknya. :D

Me and my cousins



Ziarah Kubur

Grandpapa's grave

Eidl Fitr 2 years ago :)


Bahkan malamnya pada hari H lebaran setelah keliling-keliling kerumah saudara-saudara, saya masih sanggup jalan-jalan bersama sepupu-sepupu. Makan sushi di Sushi Tei, nonton bioskop rame-rame, atau duduk-duduk sambil 'ngopi' di Starbucks menikmati sepinya Jakarta yang begitu lengang bagaikan "hanya milik kami saja". :D
Esoknya (sekitar H+3) saya dan keluarga biasa melakukan family trip ke tempat-tempat yang jauh dari Jakarta. 

26 Agustus, 2011

Vota Mea


Saat sudah memasuki usia kandungan 8 bulan keatas, umumnya bumil-bumil sudah sulit, susah, berat, dan malas meninggalkan "sarang"-nya (ogah keluar rumah). Hehehe. Dalam kasus saya sih tak ada istilah malas jalan-jalan atau belanja. Tapi berhubung semua orang sudah begitu paranoid dan khawatir akan kondisi fisik saya yang sudah buntal seperti blowfish atau ikan dugong ini, saya menurut untuk stop jalan-jalan dan berbelanja kesana kesini. Terlebih lagi sejak sakit karena kelelahan sampai muntah-muntah parah dan pusing akut minggu lalu karena saya terlalu bersemangat belanja keperluan bayi di pameran.

Namun masih ada beberapa dalam list "things-to-buy" saya yang belum terpenuhi akan perlengkapan si kecil. Jadilah saya browsing baby online shop. Apalagi kini sudah ada kemudahan bertransaksi via Mobile or Internet Banking dari begitu banyak Bank. Saya sendiri memiliki beberapa rekening di Bank Mandiri, BCA, BNI, dan HSBC. Namun yang paling aktif dan sering digunakan hingga saat ini adalah Bank Mandiri. Sudah ada aplikasi Mobile Banking untuk pengguna BlackBerry dari Bank Mandiri yang seolah kita membawa ATM dalam genggaman tangan. Transfer, cek saldo, isi ulang pulsa handphone, hingga bayar tagihan ini dan itu jadi lebih mudah. Belanja online pun semakin nyaman. Tinggal click, click, click barang-barang yang ingin dibeli, masukan ke cart (keranjang) online di webstore, transfer melalui M-Banking, dan..voila! Barang dalam 1-2 hari sudah sampai (dikirim langsung) ke rumah.

Mandiri Mobile Banking BlackBerry Application on my BB

Nah, bagi para bumil dan juga para ibu yang tengah hamil tua dan atau kesulitan untuk berbelanja perlengkapan bayi dan anak di mall/dept.store karena kondisi fisik atau stamina yang terbatas atau karena satu dan lain hal, saya persembahkan posting-an ini. Khusus membahas tentang beberapa highly recommendations baby shop online yang menurut saya oke dan unik, serta terjamin kualitas produk-produknya. Happy shopping, mommies! :))

1. My Sweet Rooms : http://www.mysweetrooms.com

Webstore yang satu ini menjual berbagai produk impor yang unik yang tidak akan anda temukan di pasaran. Mulai dari baby food, baby juice, baby snack, hingga peralatan dan perlengkapan feeding & nursing, health & safety, diapering, clothing, bag, shoes, toys & sports, dan baby accessories. Bahkan online shop satu ini juga menjual berbagai macam chocolates impor yang oh so yummy!

Well, saya sih kurang merekomendasikan pembelian makanan siap saji untuk bayi dalam kemasan. Menurut saya, biarpun rasanya tak seenak produk-produk tersebut, tetap yang lebih sehat adalah makanan bayi alami yang kita buat sendiri di rumah dari bahan-bahan yang kita pilih dan kita olah sendiri.
So, I skip those baby food, juice, and snacks. Kalau perlengkapan lainnya sih (selain makanan/minuman) bolehlah kita beli. Karena toh tidak mungkin kita membuatnya sendiri. :)

Beberapa contoh barang-barang unik yang dijual misalnya sedotan perasa dengan bahan alami tanpa pengawet, bebas laktosa & gluten, plus BPA Free bagi para anak ataupun orang dewasa yang bermasalah ketika minum susu (eneg/mual). Ada berbagai pilihan rasa: chocolate, cookies and cream, strawberry, vanilla.

Got Milk Magic Straws

Ada pula baby bottle buddy, boneka yang bisa ditempelkan ke botol susu (ukuran standar), juga sekaligus sebagai teether yang BPA Free serta washable). Terdapat dalam bentuk teddy bear berbagai warna, duck, frog, or panda. So cute untuk teman minum susu bayi! ;)

Petite Creation Baby Bottle Buddy (Pink Bear)

Salah satu produk kesukaan saya yang bisa dibeli di olshop ini adalah Afterbite Kids made in USA. Sebuah krim lembut dan tidak menyengat yang perlu disediakan di rumah untuk meringankan rasa sakit, gatal, dan segala pembengkakan akibat digigit serangga. Mengandung baking soda, lidah buaya (aloe vera), dan minyak di pohon teh (tea tree oil) yang dapat menenangkan kulit. Aman untuk segala usia.

AfterBite Kids

Produk favorite lainnya yang saya beli di web ini adalah Drapolene Cream. Krim untuk ruam popok pada bayi yang juga bisa digunakan untuk menenangkan luka bakar dan luka ringan. Berisi antiseptik lembut untuk merawat infeksi pada kulit. 

Drapolene Cream
Olshop ini juga menjual bibs dengan berbagai motif yang sangat lucu-lucu.

Carter's Bibs - Giraffe

Carter's Bibs - Butterfly

Carter's Bibs - Little Princess

Ada pula mainan-mainan unik yang sarat kreatifitas seperti misalnya Doodle Bear Pony yang bisa dilukis sesuai kreasi dengan 5 washable markers lalu dicuci dan diwarnai ulang kembali. Mengasikkan sekali. :D

Doodle Bear Pony