ALLAH menyukai untaian kata-kata yang indah untuk kita panjatkan saat berdoa. Gunakan kalimat dengan bahasa yang elok serta sopan dan halus ketika kita memohon pada-Nya. Tak perlu dengan syair atau puisi tentunya, namun ketika kita meminta doa yang sifatnya personal atau khusus, kita boleh memakai Bahasa Indonesia atau bahasa apapun seolah kita sedang berkomunikasi dengan Sang Pencipta kita.
Tentunya ketika shalat, kita wajib menggunakan Bahasa Arab. Mengapa? Tentunya bukan karena ALLAH hanya memahami bahasa arab, namun ada beberapa alasan yang saya ketahui. Bismillah. Saya akan coba menjelaskan, semoga saya tidak keliru dalam memberi penjelasan, dan mohon dikoreksi jika ada kesalahan mengingat saya bukan seorang ahli agama, namun hanya seorang hamba ALLAH yang masih terus belajar mengkaji ilmu agama agar dapat beribadah lebih baik lagi sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Mengapa ketika shalat kita harus menggunakan bahasa arab dalam bacaannya adalah setahu saya ada beberapa alasan: Satu, agar ada suatu kesatuan bahasa bagi seluruh umat islam ketika melaksanakan ibadah shalat yang merupakan tiang agama kita dan ibadah yang paling pertama di-hisab nanti. Seperti halnya ALLAH menginginkan seluruh jutaan umat islam dari segala penjuru dunia menghadap ke satu arah yakni kiblat saat shalat, ALLAH pun ingin ada suatu 'bahasa kesatuan' bagi umat muslim.
Kedua, karena Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang kumpulan hurufnya sangat konsisten baik dari tulisan maupun pelafalan. Perlu diingat bahwa bahasa yang digunakan dalam shalat dan dalam kitab suci adalah Bahasa Al-Qur'an, bukan Bahasa Arab seperti yang dipergunakan sehari-hari. Maksud dari konsistennya Bahasa Arab secara tulisan maupun pelafalan adalah misalnya dibandingkan dengan bahasa latin, huruf Alif bila kita tanya ke semua orang di dunia maka mereka tetap melafalkannya dengan [Alif]. Dlm bahasa latin, huruf [i] dilafal [i] di Indonesia, tapi di Amerika akan dilafal [ai], dan di Prancis justru dilafalkan dengan [a]. Contoh lain, misalnya huruf [c], dinegeri barat kadang dilafalkan dengan bunyi [c], [s], dan [k].
Ketiga, Bahasa Arab adalah akar bahasa dunia, tidak hanya dari perspektif sejarah, namun unsur huruf dan bunyi lafalnya bisa dilihat dari berbagai bahasa di dunia.
Contoh: F4 (baca: ef tse). Dalam Bahasa Mandarin, hitungan 4 (empat) dibaca tse, yang dalam Bahasa Arab adalah huruf keempat dlm urutan hijaiyah, yaitu huruf [tsa]. [syin] dalam huruf hijaiyah juga digunakan di negeri berbahasa Inggris, contoh dalam pelafalan machine. Di Jerman dan Belanda huruf [ghoin] pada huruf hijaiyah digunakan untuk melafalkan kata Guten Morgen (baca: hute morhen), guye morgen (baca: huye morhen). Di Prancis juga banyak menggunakan hukum hijaiyah ikhra, misal pada kata bonjour (baca: bongsua), dan masih banyak lagi.
Nah, sedangkan untuk doa-doa diluar bacaan shalat, yaitu doa-doa personal boleh menggunakan bahasa apa saja. Saya paling suka berdoa di malam hari. Ketika usai shalat isya atau saat menjelang tidur sebelum membaca doa sebelum tidur. Doa yang selalu saya panjatkan setiap malam merupakan doa personal yang saya susun dan rangkai sendiri kata-katanya sebisa saya dan saya ubah sesuai dengan kebutuhan. It goes like this..

































