08 Agustus, 2011

Felix Una Die


Tidak terasa sudah hari ke-8 kita para umat islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. :)

Syukurlah sejauh ini saya dan si baby di dalam perut masih kuat untuk terus sahur, puasa, shalat tarawih hingga hari ini. Saat hamil tentunya adalah kesempatan untuk bisa puasa full sebulan dan Tarawih full tanpa 'bolong' karena insyAllah tidak akan terpotong masa haid. Amin. Amin. Amin.

Besok saya akan kembali konsultasi rutin cek kandungan ke dokter. Semoga dengan berpuasa tidak ada perubahan signifikan yang tidak baik terjadi pada si kecil didalam rahim saya. Jadi kami bisa terus melanjutkan shaum di bulan suci ini.

Well, how's your weekend, readers?
Yesterday is a one happy day for me. :)
Alhamdulillah suami bisa pulang ke Jakarta pada hari Sabtu malam. Minggu-nya bisa merasakan sahur bersama suami lagi seperti weekend lalu. Siangnya, seperti biasa, kami jalan-jalan berdua (ngabuburit
+nge-date ;p), sekaligus berencana untuk buka puasa di luar bersama sahabat saya. 

Beberapa minggu lalu saya baru saja apply Ismaya Dining Card, jadi ceritanya kepingin coba restaurant-restaurant yang termasuk merchant Ismaya Group. Iseng, saya lihat-lihat booklet Ismaya Dining Guide.
You also can check it out here : www.ismayagroup.com


Cukup banyak yang menarik. Ada Puro, Pizza e Birra, Social House, Sushi Groove, Pasta de Waraku, Kitchenette, Mr. Curry, dan lain-lain. Saya sudah pernah ke semua tempat itu, beberapa bahkan cukup sering. Lalu terpikir, kenapa tidak mencoba makan di Ismaya Catering Cafe itu sendiri saja. Catering Ismaya terkenal kelezatannya. Lokasi-nya dekat pula di Grand Indonesia. Fix, saya minta tolong sahabat saya untuk me-reserve tempatnya. :)

Masih ada waktu beberapa jam sebelum berbuka puasa, suami mengingatkan, "Sayang, katanya kamu mau belanja baju muslim buat lebaran? Jadi mau ke butik yang kamu bilang itu?" Saya langsung mengangguk cepat. Asikkk. :)) 

Saya sudah kurang lebih setahun mem-follow Twitter @HijabersComm yakni sebuah Twitter account Hijabers Community, komunitas wanita-wanita muda di Indonesia yang memakai jilbab. (see their blog: www.hijaberscommunity.blogspot.com ) Di dalam blog tersebut (dan kerap kali juga disebut di tweet-tweet mereka, ada sponsor yakni sebuah butik muslimah yang menjual berbagai macam baju muslim, kerudung, jilbab, scarf, dan accessories lainnya bagi para wanita yang memakai jilbab. Nama butik itu adalah Moshaict. Dan ketika saya browsing blog-nya: www.moshaict.blogspot.com saya tertarik sekali untuk melihat langsung (and of course to grab some of their items!) apalagi lokasi-nya tidak terlalu jauh dari rumah. Butik Moshaict memiliki beberapa tenants (menjual beberapa brand di butik tersebut), diantaranya: Shabby Chic by Ria Miranda, Kami Idea, Miss Marina Accessories, Gda's Gallery by Ghaida Tsurraya, Mainland Heritage, Delisha, Jenahara, and so much more! Saya kalap belanja ini itu. Apalagi pas sekali moment-nya sebentar lagi lebaran. Pingin dong bisa pakai baju-baju dan jilbab-jilbab/kerudung-kerudung baru. Hehehehe.



Some of the things I bought yesterday. :D

I'm crazy of Miss Marina Collection! Loves the scarfs and all these corsages!

05 Agustus, 2011

Cutis



Hi readers!
Gimana puasanya? Semoga semuanya tetap semangat hingga hari terakhir nanti. Jangan hanya semangat di awal-awal bulan puasa saja ya. Semoga iman dan takwa kita dalam menjalankan ibadah tetap bertahan stabil hingga hari kemenangan tiba. Bahkan diluar bulan Ramadhan sekalipun. Amin. :)


Saya pun tetap bersemangat menjalankan sahur, puasa, dan tarawih hingga saat ini. Puasa ketika hamil sangat berat dan berbeda dengan ketika tidak sedang berbadan dua. Ketika sahur, saya sudah seperti sapi gelonggong! Harus banyak sekali minum air putih, juice, dan susu ibu hamil, tidak lupa makan nasi dan lauk lengkap agar gizi dan nutrisi bayi saya tetap terjamin meski akan 'kosong' selama 12 jam lebih. Begitu juga saat berbuka. Bahkan usai tarawih saya harus lanjutkan lagi makan minimal dengan cemilan sehat. Intinya, saya harus tetap menjaga pasokan makanan dan cairan tetap sama seperti ketika tidak berpuasa. Menu makanan tetap lengkap, ada nasi, daging-dagingan atau ikan, sayur-sayuran, telur, lauk pelengkap, dengan porsi  yang seimbang. Air mineral juga harus tetap minimal 8 gelas sehari (3 gelas saat sahur dan 5 gelas setelah berbuka).


Hal itu tidak mudah lho dijalankan. Mengingat saya tadinya (ketika belum hamil) tidak terbiasa sahur dan berbuka sebanyak itu. Tapi jika ingin tetap berpuasa, dengan niat karena ALLAH dan agar kelak bayi ini menjadi anak yang sholeha, baik akhlaq-nya karena sudah diajarkan bagaimana menahan hawa nafsu, lapar, dan haus sejak masih di dalam kandungan, maka saya harus disiplin agar saya dan bayi tetap sehat selama menjalankan ibadah-ibadah di bulan suci Ramadhan. 


Kadang ketika melaksanakan tarawih, karena bobot tubuh yang sudah sangat berat terutama di perut, saya sering kelelahan dan pusing sampai pandangan terlihat kabur atau 'kunang-kunang'. Akhirnya saya tarawih sambil duduk saja. Yakinlah bahwa ALLAH tidak pernah memaksakan atau berniat menyusahkan hamba-Nya. Pasti Ia mengerti. Shalat pun boleh sambil duduk atau berbaring dengan hanya menggunakan kelopak mata jika kita memang tidak sanggup lagi (misalnya karena sakit parah atau lumpuh).


Well, I'm not gonna talk about fasting. On this new post, I would like to discuss about skin! Yes, Cutis means 'Skin' in english. 
Kulit adalah organ terbesar dan terluas dari tubuh kita sekaligus juga yang terpenting dan terluar. Kulit-lah yang membungkus otot-otot kita, daging, tulang, organ-organ dalam, serta pembuluh-pembuluh darah dan saraf. Karena itu, kulit perlu sekali untuk dirawat dan dijaga kelenturan, kelembaban, serta kecantikannya.


Sebagai umat islam, memang sebagai perempuan kita diperintahkan untuk menutup seluruh aurat. Termasuk berarti sebagian besar kulit kita kecuali wajah, telapak tangan, dan telapak kaki (sebagian ulama mengatakan telapak juga mencakup punggung tangan dan kaki). Tapi hal ini menurut saya tidak kemudian membuat kita jadi malas merawat dan mempercantik kulit meskipun tidak untuk diumbar. Terutama bagi saya, sebagai istri, saya memiliki tanggung jawab pada suami untuk selalu menjaga penampilan. Agama pun memerintahkan para suami dan istri untuk selalu mempersembahkan yang terbaik dari diri kita bagi pasangan.


Suami saya dari sejak sebelum menikah, pernah bilang, "Sayang, kalau nanti kita udah nikah, kamu harus tetap selalu rajin perawatan ya. Kaya sekarang gini. Kamu tetap jadi kamu yang suka ke salon atau spa. Aku janji, kalo untuk perawatan, pasti aku penuhin biayanya. InsyAllah selalu ada kalo buat treatment kamu."


Lucu memang sebagai lelaki kok malah dia yang minta saya perawatan, bukannya saya sendiri. Tapi saya senang. :) Saya tak serta merta menganggap omongan suami saya sebagai 'ancaman', yang mana jika kelak saya tak merawat tubuh lagi dan menjadi 'jelek' lantas saya akan ditinggalkan. Itu adalah pikiran yang pendek. Justru saya menganggap omongan suami saya sebagi motivasi agar saya selalu care terhadap penampilan. Suami saya ingin saya selalu merawat diri dan selalu terlihat cantik dimatanya, maka sebagi istri, itu adalah 'perintah' yang harus saya patuhi (well, dengan senang hati tentunya. Siapa sih wanita yang tidak suka memanjakan diri di salon atau spa selama itu tidak lantas melalaikan dan mengorbankan tugas dan kewajiban lainnya, apalagi jika kelak sudah memiliki anak).


Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa orang yang sudah menikah memiliki dua kali lipat resiko terkena obesitas ketimbang mereka yang single. Hal tersebut setelah diobservasi, dikarenakan para pasangan menikah merasa sudah mencapai tujuan hidup dan nyaman dengan status yang disandang. 


Omongan suami saya diatas membuyarkan semua itu. Bahwa ia membuat saya berpikir tidak dengan lantas sudah menikah lalu saya cukup santai-santai dan membiarkan tubuh saya 'melar' atau gemuk berlebihan tak terawat. Justru saya menjadi terpacu untuk tetap memiliki tubuh ideal seperti ketika saya belum menikah dulu. Memang sih, saat ini saya sedang hamil dan tidak mungkin saya bisa tetap memiliki tubuh langsing seperti dulu, namun setelah melahirkan, insyALLAH saya yakin saya bisa. Dengan kembali berolahraga rutin, minimal jogging di pagi hari bersama suami mengelilingi komplek rumah kami kelak di daerah, apalagi saya bertekad memberikan ASI ekslusif (ASIX) dan merawat sendiri buah hati kami (tanpa jasa babysitter). Kata teman-teman yang sudah lebih dulu punya anak sih, dengan menyusui dan merawat bayi sendiri, meskipun tetap banyak makan, tapi tubuh akan jauh lebih cepat susut setelah melahirkan. AMIN! :D


Saya percaya dengan menjaga tubuh tetap sehat, hidup lebih sehat (dengan makanan dan istirahat yang cukup), dengan sendirinya kulit kita pun akan memancarkan keindahan dan juga ikut sehat. Merawat tubuh dan menjaga kesehatan juga berarti merawat dan menyehatkan kulit.


Kebiasaan buruk seperti 'begadang' sangat merusak kulit karena regenerasi sel-sel kulit kita terjadi ketika pukul 02.00-03.00 dan kita diharuskan tidur jauh sebelum itu jika mau pergantian sel-sel kulit kita prosesnya lancar dan baik. Tidur kurang dari 8 jam sehari juga membuat kulit jadi kusam. Apalagi kebiasaan buruk lain yakni merokok. Merokok tidak hanya merusak kulit tapi juga gigi, kuku, dan rambut. Mungkin bagi anda yang masih muda dan belum puluhan tahun merokok belum merasakan efek-nya saat ini, tapi lihatlah nanti ketika umur anda sudah mencapai 40-an tahun (atau bahkan sebelum itu), bandingkan dengan kondisi mereka yang selalu hidup sehat dengan makanan dan minuman yang sehat, olahraga rutin, dan tidak merokok. 


Sebagai umat islam pun, bagi yang lelaki atau perempuan diharamkan untuk men-tattoo kulit (yang permanent). Baik yang mentato ataupun yang minta dibuatkan tato sama-sama dilaknat ALLAH. Bukan hanya karena sifatnya merusak atau mengubah apa yang diciptakan ALLAH dan menghalangi masuknya air wudhu, tapi tattoo juga dari segi kesehatan terbukti merusak kulit, dapat menyebabkan infeksi, atau komplikasi lainnya pada kulit.


Saya tidak pernah di tattoo seumur hidup saya dan insyAllah tidak akan mau. Sekalinya saya pernah di tattoo (tapi temporary, bukan permanent) adalah ketika berlibur di Bali dan di Malaysia bersama keluarga. Iseng-iseng bersama sepupu-sepupu ketika di pantai atau ketika bertamasya ke suatu kuil di Malaysia dan ada orang menawarkan jasa lukis tubuh (tangan atau kaki). Itupun dengan tinta hyena yang dari bahan alami yaitu tumbuhan dan sifatnya hanya bertahan seminggu atau dua minggu di kulit. Terakhir saya di tattoo dengan menggunakan hyena adalah saat saya hendak menikah yaitu sehari sebelum acara "malam bainai" (adat minang). Ada pelukis khusus dari arab (perempuan) yang dipanggil kerumah untuk melukis tangan dan kaki saya.

My hands and feet before "Malam Bainai" celebration

Saya memang selalu mengutamakan bahan-bahan alami untuk dipakaikan ke tubuh saya. Setiap kali membeli produk perawatan kulit, saya pasti memperhatikan komposisi yang digunakan yang terkandung dalam produk tersebut dan selalu mengutamakan yang tercipta dari tumbuh-tumbuhan. Karena menyukai segala yang alami, saya tidak suka memakai make up untuk berpergian sehari-hari. Cukup occasionally atau ketika ada event tertentu yang menuntut saya untuk harus menggunakan make up.

What's in my make up bags

Saya juga sama sekali tidak pernah memakai bedak atau foundation. Untuk berpergian keluar rumah cukup memakai pelembab wajah, sisir alis dengan bulu maskara yang sudah kering (saya tidak pernah memakai pensil alis), bubuhkan sedikit eyeliner, jepit bulu mata lalu usapkan sedikit mascara (satu usapan saja), lalu lipgloss. That's it! I'm ready to go. Blush on dan eyeshadow hanya digunakan jika ada event seperti wedding party atau acara-acara khusus lainnya.
Dengan membiasakan wajah bebas make up, berarti kita membiarkan pori-pori kita bernafas lega. Pemakaian make up yang berlebihan akan menyumbat pori-pori karena tidak semua kosmetik bisa bersih dengan benar-benar tuntas dari kulit kita. Ada yang tetap menyisa meski kita sudah memakai pembersih (make up removal) sekalipun.

Karena kita tinggal di daerah beriklim tropis yang cenderung kering dan panas udaranya, saya merekomendasikan Evian Facial Spray atau boleh juga Vitamin C Energizing Face Spritz from The Body Shop untuk sesekali disemprotkan ke wajah ketika sedang berpergian keluar rumah. Tidak hanya di outdoor, namun terlalu banyak terkena Air Conditioner di dalam ruangan juga menyebabkan kulit menjadi kering.

Vitamin C Energizing Face Spritz from The Body Shop

More recommended products menurut saya adalah:

30 Juli, 2011

Exitum Beatum

July is always be my loveliest month! :)
Bukan hanya karena ulang tahun saya jatuh pada bulan ketujuh ini, namun bulan Juli nyatanya memang selalu punya banyak kejutan dan hal-hal menggembirakan bagi saya setiap tahunnya! :)


Sempat kecewa dan sakit hati sih, serta su'udzhan (berprasangka buruk) terhadap si bulan Juli tahun ini. :(
Ya, saya mengalami kejadian kurang menyenangkan (menyedihkan dan bisa dikatakan musibah malah) ketika minggu lalu konsultasi rutin bulanan ke dokter kandungan dan mendapati ada gangguan pada janin saya mengenai bobot berat badannya yang dikatakan kurang dari seharusnya (for details, see my previous post : "Praegnatio" on 24th July).

Meskipun saya selalu mencoba berpikiran positif dan menyemangati diri sendiri untuk tetap yakin bahwa itu tidak benar. Bayi saya sehat dan saya percaya itu! Namun tetap saja hal itu menjadi bulan-bulanan dalam batin dan pikiran saya di alam bawah sadar. Terbukti dari tidur saya yang agak terganggu pada malam hari setelah menerima vonis itu. Saya kerap kali terbangun pada tengah malam dan sulit untuk tidur lagi. Tentunya saya sangat mencemaskan pertumbuhan dan perkembangan bayi saya. Sempat terbayang jika ia lahir terlalu kecil kemudian harus dimasukkan kedalam inkubator. Ya Tuhan.. Tolong jangan  biarkan itu terjadi pada bidadari mungilku. ;(
Namun perlahan awan hitam yang bergelayut mulai tergeser menjadi awan putih bersih seperti gumpalan kapas, disinari mentari pagi yang hangat. :) Hari-hariku perlahan ceria kembali. *cieee* ;)

Awalnya, seolah satu persatu kejadian baik berdatangan menghiburku. 5 days ago, pertama kalinya saya mengikuti sebuah lelang online di internet. Lelang itu diadakan Mommies Daily : http://mommiesdaily.com/ sebuah situs (website) khusus ibu-ibu (especially young, smart, and fun mommies in Indonesia) baik yang sudah menikah, sudah memiliki anak/pun belum, sedang hamil seperti saya, bahkan yang masih single (belum menikah) pun ada (karena selain Mommies Daily, site ini juga mencakup all the Female Daily Group such as Fashionese Daily and Pops Daily). Untuk bisa mengikuti auction (lelang) ini, kita harus terlebih dahulu menjadi member di forum Mommies Daily. Saya memang sudah lama sekali mem-follow Twitter account-nya Mommies Daily namun saya belum mendaftar menjadi anggota. Karena informasi yang lengkap yang diberikan di Twitter-nya, saya register dan voila! Berhasil masuk ke forum tersebut dan ikutan lelang.

Barang yang dilelang adalah sebuah Maxi-Cosi Dori Car Seat (Kaito Type). Sebagai bumil yang sedang hamil 7 bulan, saya sedang nafsu-nafsunya berburu barang-barang dan perlengkapan bayi sebagai persiapan untuk kelahiran anak pertama saya. :)

Maxi-Cosi Dori (Kaito Type)

Pertama kali melihat Car Seat tersebut di TwitPic Photo Twitter Mommies Daily, saya langsung jatuh cinta. Apalagi ketika membaca specification product-nya di internet (googling).

  • 2 in 1 baby car seat suitable from birth to 4 years (0 to 18kg)
  • Head hugger with back support cushion for infant
  • Rear facing: 0 to 9 kg (birth - 9 months)
  • Forward facing : 9 to 18 kg (9 months - 4 years)
  • ECE R44/04 certification

27 Juli, 2011

Vir Meus


My beloved husband

Bride's and Groom's room. ;)

Our Wedding Ring :)

Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengungkapkan penelitian bahwa pasangan suami istri yang langgeng, yang bisa bertahan hingga puluhan tahun, adalah suami istri yang sering tertawa bersama. Bukan berarti sepasang manusia yang kerjanya hanya tertawa saja dan tidak pernah bersedih. Tentu banyak lika-liku rumah tangga yang diiringi tak hanya oleh tawa tapi juga airmata. Penelitian ini hanya menyebutkan bahwa mereka yang lebih sering tertawa bersama akan lebih harmonis dan lebih long lasting pernikahannya.

Percaya atau tidak, pernikahan saya dan suami berasal muasal dari sebuah tawa. Bersama. :)

25 Juli, 2011

Gratias Agimus Tibi

Sejak saya memulai blogging (baru saja kurang lebih sebulan yang lalu), begitu banyak respon positif yang datang mulai dari teman-teman, sahabat, bahkan dari orang asing yang tidak saya kenal yang sekedar 'mampir' untuk membaca. Semua berisi pujian, dukungan, dan motivasi untuk terus menulis. Mulai dari e-mail, BBM (BlackBerry Messenger), YM! (Yahoo! Messenger), comment di Facebook (atau sekedar me-'like' link blog saya), hingga comment di postingan saya baik yang bersifat kritik membangun atau sekedar menanggapi isi (content) dan mengatakan menyukai tulisan saya.
Bahkan salah seorang teman menelepon, menungkapkan bahwa ia sampai menitikkan air mata membaca blog saya, betapa ia terinspirasi, bahwa ia sungguh pernah merasakan hal yang sama, pengalaman serupa, dan dengan membaca blog saya, ia yakin ia pun bisa berubah menjadi lebih baik ke depannya.

Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata betapa itu semua begitu berarti bagi saya. Membuat saya merasakan bahwa dengan menulis, bahkan kita bisa ;menggerakan' atau mengubah hati dan pikiran seseorang. Bahwasanya menulis memang sebuah terapi jiwa yang menentramkan saya, dan tempat menyalurkan segala hal yang ingin saya ceritakan. Sekali lagi terima kasih! :) InsyAllah saya akan tetap menulis sampai kapanpun, semampu, dan sebisa saya.






Dan semua yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu. I can never thank you enough. Gratias Agimus Tibi! :)